position- min-height

Sunday, 26 January 2014

-FF- Don't be Afraid Pt.4

Title : Don’t be Afraid
Author : _K.LiKka_ (Nastiti Ayu S.)
Genre : Romance, Horror, Thriller est.
Long : Part
Cast :
- Jung Yoon Jin a.k.a Yoon Jin
- Lim Hyun Sik a.k.a Hyunsik (BTOB)
- Lee Min Hyuk a.k.a Minhyuk (BTOB)
- Cha Hak Yeon a.k.a N (VIXX)
- Yook Sung Jae a.k.a Sungjae (BTOB)
- Jung Taek Woon a.k.a Leo (VIXX)
- Jung Il Hoon a.k.a Ilhoon (BTOB)
- Lee Hong Bin a.k.a Hongbin (VIXX) 

Part 4 disini!~ xD Nyahhh udah 3 minggu nggak di post xD, kebanyakkan pr, biasa orang sibukk :33, sudahlah :3 langsung aja ya~ Bbyong~ WARNING! TYPO EVERYWHERE! \(‘O’)/
Part 4

~ Seoul University, 28 December 2013, 08.32 KST~
~Author Pov.~
Tepat kali ini didepan Yoon Jin, pria itu melihatinya, Yoon Jin kali ini bisa melihatnya, ia berhenti berjalan, Hyunsikpun merasa aneh dan ikut berhenti,
“Yoon Jin-ahh waeyo?” Tanya Hyunsik, Yoon Jin teatap terdiam, ia memasang ekspresi takut, kaget dan tidak pecaya secara bersamaan, Hyunsik pun ikut melihat kearah kemana Yoon Jin melihat. Dan Hyunsik berkata,
“Hei! Apa yang kau lihat? Heii~ Jung Yoon Jin~” sambil melambaikan tangannya didepan mata Yoon Jin, ia tak melihat apapun, ia hanya melihat ada pohon didepan mereka, mereka ingin berbelok saat itu,
“Ehh? Ani, eobseo aku tak melihat apapun, ayo kita jalan :)” ucap Yoon Jin lalu lanjut berjalan meninggalkan Hyunsik, sebenarnya pria itu masih berdiri didekat pohon, ia tersenyum sambil terus melihati pergerakan Yoon Jin, tentu saja Yoon Jin merasa tak nyaman ia terus melihat kebawah. Hyunsik ia hanya menatap Yoon Jin aneh dan segera menyusulnya.
‘Bughh’ “Ahh Jeseonghamnida,” ucap Yoon Jin, ia menabrak seseorang itu karna ia tak focus, dan yang Yoon Jin tabrak adalah Cha Hak Yeon, Hakyeon ia sempat memandang aneh Yoonjin, tapi akhirnya ia mengerti setelah ia melihat ada seorang ‘Lee Min Hyuk’ disitu sedang melihatinya, Hyunsikpun menyusul Yoonjin dan sempat memberikan bow pada Hakyeon sebagai tanda hormat dari Hobae ke Sunbaenya. Dalam hati Hakyeon berkata,
“Ya! Lee Min Hyuk! Untuk apa kau disini? Hanya untuk menghantui Jung Yoon Jin? Hei pergilah! Kau menggangguku juga disini!’
‘Seorang’ Lee Min Hyuk yang merasa namanya dipanggil tentu saja menoleh, meskipun dipanggil di dalam hati, tapi jelas ia bisa mendengarnya, Minhyuk melihati tajam seorang Cha Hak Yeon, dan dalam hati ia berkata,
“Hah?! Itu urusanmu, aku punya urusan sendiri disini, kalau kau tidak nyaman, pergi saja!”
Disini Hakyeon ia tak memperdulikan perkataan Lee Min Hyuk, ia mendengarnya jelas, tapi dia malas menanggapinya, ia hanya terus berjalan ,
‘Zess’ dengan sekejap Minhyuk sudah berada didepan Hakyeon, ia menatap tajam Hakyeon, dan Hakyeonpun hanya tersenyum sinis sambil terus berjalan ‘menembus’ tubuh Minhyuk.
“Ya! Yoonjin-ah, jakkaman, ada apa denganmu? Apa kau merasa sakit lagi?” Tanya Hyunsik pada Yoonjin, Yoonjin pun berhenti tiba-tiba lagi,
“Hahhhhh…. Aku tak  apa, aku baik-baik saja sungguh,” ucap Yoonjin berbalik sambil tersenyum,
“Memang kau tadi melihat apa?” Tanya Hyunsik sambil berjalan disamping Yoonjin
“Ahh ani, aku hanya mengingat sesuatu dan itu tak penting lupakan saja,” ucap Yoonjin raut wajahnya kali ini kembali tak nyaman,
“Ahh iya, tadi kau bilang kau ingin menjemput adikmu ditaman kan?” Tanya Yoonjin yang dibalas anggukan Hyunsik,
“Hmm memang kau punya adik?  Setauku kau tak punya adik,” Tanya Yoonjin,
“Memang, dia itu adik angkatku, namanya Yook Sung Jae, orang tuanya pergi entah kemana,orang tuanya teman dekat orang tuaku, jadinya orang tuaku mengadopsinya, dia tetap akan menggunakan marga ayahnya, meskipun sekarang ia bisa dibilang bagian dari keluarga Lim, tapi ayahku bisa mengerti perasaan Sungjae jadinya dibiarkan saja,”  ucap Hyunsik,
“Ahhh, adik angkatmu itu masih sekolah?” Tanya Yoonjin,
“Yup, kelas 3 SMA” ucap Hyunsik, Yoonjin hanya mengangguk, dan mereka pun harus berpisah sekarang. Ahh semoga mereka bisa cepat menjadi pasangan, karena kalau dilihat mereka bisa melengkapi satu sama lain.

~Skip, 18.12 KST~
~Hongbin Pov.~
Ahhh, Sunbae mana ya? Aihhh, sekarang  aku sedang menunggu sunbae keluar, aku terus saja melihat jam tanganku. Ahh itu dia!
“Sunbae!” teriakku pada Yoonjin sunbaenim, sunbae pun menoleh dan tersenyum padaku, ah aku agak rindu pada senyum itu, aku pun membalas senyuman sunbae,
“Hmmm kau sudah lama menunggu?” tanyanya,
“Aniyeyo, baru sekitar lima menit yang lalu, ayo sunbae kita berangkat sekarang,” ucapku tentu dengan senyuman.

~ 10 minute later ~
Akhirnya kami sampai didepan rumahku, ahh senangnya sunbae kerumahku, eh tapi benar kan orang tuaku belum pulang? Kalau mereka sudah pulang matilah aku -_-
“Cahhh, kita sudah sampai Sunbae,” ucapku yang dibalas anggukan oleh sunbae dan ia langsung turun dari mobil,
“Wuahhh, rumahmu besar juga ya,” ucap sunbae sambil melihat kearah rumah dan sekitarnya,
“Ahh tidak juga sunbae, hehe” ucapku cengengesan, kali ini sunbae hanya tersenyum lagi. Lalu aku mengajak sunbae masuk ke dalam rumah,
“Wahhh, ini keren Hongbin-ssi” ucap Yoonjin sunbae setelah melihat keadaan rumahku, yahh seperti inilah,
“Ahhh biasa saja Sunbae, oh iya sunbae tunggu disini ne? aku ambilkan tugasmu dulu,” ucapku lantas langsung lari kemar, aku terus mencari, ahh dimana ya? Dimana? Ohh itu dia, aku menemukan tugas sunbae didalam laci mejaku, aku lantas beranjak turun, aku lihat Yoonjin sunbaenim sedang melihat-lihat kumpulan foto keluarga yang dipajang, ahh kenapa dia sangat cantik?
“Ehhhm Sunbae, ini tugasmu,” ucapku sambil memberikan tugasnya,
“Ohh, gumawo, eh kau lucu saat waktu kecil dulu, ahh aku gemas! >.<” ucap sunbae, ahh benarkah? Aku rasa aku tak seimut itu dulu -_-
“Ahh tidak juga sunbae hehehe >//< Oh iya sunbae ingin minum sesuatu? Biar aku buatkan,” ucapku, entahlah aku rasa ada sesuatu yang sedang lomba lari didadaku ._.
“Ahhh gak usah, biar aku langsung masak saja, aku sudah lapar hehe :D kau pasti juga sudah laparkan?” Tanya sunbae, yahh sebenarnya perutku sudah mengkerut mulai dari tadi,
“Ohh hmm baiklah, dapurnya disana ne? bahannya sudah lengkap didalam lemari pendingin, kalau begitu aku ingin mandi dulu ne Sunbae?” ucapku berterus terang, yah aku perlu mandi sekarang, dan Yoonjin sunbaenimpun hanya mengangguk dan berjalan kearah dapur, oke saatnya mandi!~ ^^.

~7 minute later~
~Yoon Jin Pov.~
Huuaahhh, ini nampak lezat! Yumm, yap aku sekarang sedang memasak spaghetti untuk Hongbin :3, sekarang aku sedang memasak saus spaghettinya, eoh! Spaghettinya sudah matang, aku lantas langsung meniriskan spaghettinya, dan kebetulan sausnya sudah matang, sekalian aku masukan spaghettinya, aku aduk spaghetti bersama sausnya, ku aduk terus sampai rata. Ahh! Ada yang aku lupakan! Keju! Mana keju? Lantas aku mengambil keju yang ada di lemari pendingin Hongbin, sebelum memarut kejunya aku harus cuci tangan dulu, tapi saat aku ingin memutar krannya, tii..tii..tibaaa-tiibaaa, daraahhh,,,, darraahhh keluuarr dari arah saluran air, darah itu terus keluar sampaii hamm..hammpirr tummpahh…
“Ahhhh!!!” teriakku sambil menutup mata, aku takutt!! Aku berjalan mundur dan menabrak meja dibelakang, lalu Hongbin datang,
“Eoh, sunbae? Kau tak apa? Ada apa sunbae?” ucap Hongbin sambil memegang pergelangan tanganku, berusaha supaya aku bisa membuka mataku, perlahan aku membuka mataku, tapi aku masih takut, yang aku lihat sekarang wajah Hongbin tepat didepanku, heol! Aku.. aku… ada apa denganku?! Ya!! Jung Yoon Jin! Sadar bodoh!!
“Sunbae kau tak apa?” Tanya Hongbin padaku sekali lagi, aku tersadar dan langsung melihat kearah westafel tadi, kosong tak ada apapun, tak ada darah yang tumpah atau apapun, bersih. Lantas tadi apa? Hongbin membantuku berdiri, ia sempat mengikuti arah pengelihatanku tadi, lalu kembali menatapku bingung,
“Ahhh ani aku tak apa sungguh, Ahh itu sausnya bisa gosong!” ucapku yang langsung berlari kearah kompor dan mengecilkan apinya,
“Ahh, sunbae ada yang bisaku bantu disini?” ucap Hongbin,
“Ahhh, eoh ada! Bisakah kau parutkan keju itu?” tanyaku pada Hongbin,
“Hmmm baiklah” ucap Hongbin sambil tersenyum menunjukkan lesung menggemaskannya itu, ahh karna dia baru mandi, ia tampak lebih tampan, ini wajah natural seorang Lee Hong Bin? Ahhh aku merasa aku meleleh… Ohh jangan lagi aku mohon!!! Kalii..kalii iiniii,,,, addaa.. yang…  mmee..meemelukku dariii belakanggg,,, Ihhh,, akuu rasaa ini orang yang sama dengan kemarin, ahh bukan orangg.. aku yakini ini bukan orangg..
“Sunbae, ini kejunya sudah ku parut” ucap Hongbin, ahh kenapa tidak seperti kemarin? Harusnya makhluk ini melepaskan pelukannya!
“Ahhh.. sii..nii bee..rii..kaann.. paaa..daa..kuu..” ucapppku gelagapan, tanganku pun juga gemetaran, rasanya seperti semua darahku dikendalikan sekarang, ahh siapapun tolong akuu!!!,
“Sunbae!  Kau benar-benar tidak apa-apa kan? Ada apa denganmu sunbae?” Tanya Hongbin memegang pergelanganku lagi, Huhhhh bagus kali ini pelukannya lepas, gumawo Hongbin-ahh~
“Hahhhh, ani… sungguh aku tak apa, tunggulah dimeja, sebentar lagi spaghettinya matang” ucapku yang tersenyum lalu menuangkan keju kedalam saus spaghetti tadi, Hongbin masih melihatku aneh tapi ia lalu berjalan menuju meja makan. Ahhhh… kenapa lagi?! Pria itu, pria yang membuat hidupku tak nyaman belakangan ini, ia berdri tepat didepan lemari pendingin Hongbin sekarang, ahhh ini sangat menyebalkan, aku berusaha untuk tidak memperdulikan namja itu, langsung ku percepat gerakanku menuangkan spaghetti ke dalam piring. Aishh kenapa dia masih disitu? Langsung saja aku bergegas pergi meninggalkan dapur dan mengantar spaghetti ke meja makan, saat aku melewati lemari pending Hongbin, aku merasa pundakku sempat dicengkram oleh namja itu, dengan keberanian yang aku miliki sekarang aku berusaha melepas cengkraman namja itu, saat dia mulai melepas cengkraman tangannya padaku, aku merasa bahuku seperti terbakar! panas!! Ahh!! Dengan sekuat tenaga aku membawa spaghetti ini kemeja, tanganku dudah gemetaran aku rasanya ingin menumpahkan saja spaghetti ini,
“Ehhh, sunbae, kau  tak apa?” ucap Hongbin yang langsung mengambil kedua  mangkuk spaghetti dari tanganku, aku masih saja  gemetaran, aku masih merasa dia ada didekatku entahlah dimana tapi jelas dia mengamatiku, Taekwoon Oppa… toloongg!!
“Sunbae.. duduklah dulu biarku ambilkan air…” ucap Hongbin padaku dan membawaku duduk dimeja makan, lalu ia meninggalkanku, aku takut!!! Ahhh Hongbin-ah cepatlah kembali!! Selama menunggu Hongbin, tatapanku benar-benar kosong, badanku masih gemetaran, keringat dingin keluar amat banyak, aku tak tau pikiranku jadi kosong. Tak ada masalah ataupun benda apapun dipikiranku benar-benar kosong, lalu Hongbin datang.
“Sunbae, ini minumlah dulu…” ucapnya sambil duduk didepanku dan menyodorkan segelas air putih padaku, iya melihatiku aneh, bagaimana tidak? Wajahku basah karna keringat apa lagi rammbutku, hahh, langsung saja aku teguk habis semua air yang ia berikan padaku,
“Hmmm, mianhae aku merepotkanmu..” ucapku menunduk,
“Aniyeo sunbae, tapi apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat, apa kau merasa sakit lagi?” Tanya Hongbin padaku
“Hahhh, ani aku tak apa, sudah ayo makan sebelum spaghetti ini dingin, aku dengan susah payah membuatnya,” ucapku dengan memaksakan sebuah senyuman manis, sedangkan Hongbin, dia tersenyum sangat manis, apa lagi dilengkapi dengan kedua lensungnya itu. Hongbin iapun memasukkan sesuap spaghetti kemulutnya, ia mengunyahnya dengan semangat (?) sekarang dia  seperti anak kecil yang kelaparan, dia manis…
“Huaa! Sunbae! Neomu masitseoyo!(sangat enak), ini bahkan lebih enak dari pada yang sebelumnya, tapi aku suka keduanya,” ucapnya padaku, ahh aku senang,
“Ahh, jinjja? Baguslah, ya sudah lanjutkan makanmu, aku juga akan makan,” ucapku, ia hanya tersenyum manis lagi sambil melanjutkan makannya yang seperti anak kecil kelaparan itu, saat aku ingin memegang garpu, akuu melihaatt dibawaahh a..aa..addaaa taa..ngann yang berusaha meraih kakiku,,,,, Ilhoon-ahhh…… tooloonngg akuuuu!!!!!
“Subae! Ayo makan!!” ucap Hongbin yang membuatku mengarahkan pandangaku padanya, aku hanya mengangguk dan memaksakan senyuman lagi, saat aku melihat kearah bawah, tangan itu sudah tak ada, fiuhhh~ langsung saja aku memakan spaghetti yang ada didepanku, jujur aku masih takut. Aishh!! Dia ada lagi!! Dia sekarang tepat berdiri dibelakang Hongbin, dia tersenyum manis padaku, tapi aku tau ada maksud lain dari senyuman itu, dia menyeramkan meskipun wajahnya tampan, kali ini aku ingin menghindar darinya dengan berniat mengambil air  di dapur, tapi sekali lagi kaki dan tanganku gemetaran, pertama aku berdiri sambil membawa gelas, Hongbin menatapku, entahlah apa yang membuatku seperti ini, aku sudah menahan rasa gemetaran ditubuhku, tapi sekarang aku sudah menjatuhkan gelas yang tadi aku pegang,
“Ahhh…  sunbae gwencanha?! Sunbaee!!!” Hongbin menghampiriku, ia melihat keadaanku, pandangnku mulai kabur, aku jatuh kebwah, telapak tanganku terkena pecahan gelas aku sempat melihat tanganku berdarah, lalu aku samar mendengar suara Hongbin memanggilku, dan aku….

~Skip, Front of Yoon Jin’s House~
~Author Pov.~
Yoon Jin sekitar  25 menit yang lalu baru saja sadar dari pingsannya yang ia sendiripun tak tau apa alasannya, sekarang Yoon Jin berada didepan rumahnya bersama dengan Hongbin, wajah Yoon Jin masih terlihat pucat, ia pun masih lemas,
“Sunbae kau masih bisa masuk kedalam rumah kan?” Tanya Hongbin pada Yoon Jin, ia hanya mengangguk lemas, dan berkata,
“Tenang saja, oh iya terima kasih kau sudah mau menjaga tugasku, dan maaf aku merepotkanmu…” ia berkata dengan nada yang cukup lemas,
“Ahhh Aniyeo sunbae, ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, istirahatlah sunbae,” ucap Hongbin yang sekali lagi dibalas anggukkan lemas Yoon Jin. Yoon Jin dengan langkah lemas memasukki rumahnya,
“Aku pulang,” Ucap Yoon Jin lemas,
“Hyung!!! Yoon Jin noona playgirl!!!!” Teriak adik kesayangn Yoon Jin itu, Yoon Jin menatap bingung adiknya itu,
“Ya! Apa maksudmu?” tiba-tiba Jung Taek Woon datang,
“Tadi Yoon Jin noona pulang dengan namja lain! Bukan bersama Hyung yang waktu itu!!” ucap Ilhoon, Yoon Jin mengerti sekarang maksud ucapan adiknya itu, langsung saja Yoon Jin menjitak keras kepala Ilhoon,
“Ya!! Noona! Kenapa kau menjitakku?!!” teriak Ilhoon, Yoon Jin hanya menatap malas wajah Ilhoon saja,
“Haiisshh kau itu! Sudah sana kembali kekamarmu!” ucap Taekwoon sambil mengelus kepala Ilhoon, di lengkapi dengan poutnya Ilhoon berjalan malas kekamarnya,
“Hei kau tak apa? Kau kelihatan pucat,” ucap Taekwoon menghampiri Yoon Jin,
“Aniyeo Oppa, nan gwencanha..” ucap Yoon Jin,
“Eh? Ada apa dengan tanganmu? Kau baru dari mana?” Tanya Taekwoon lagi, karna ia melihat tangan Yoon Jin diperban,
“Ahhh mianhae Oppa, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, aku harus istirahat Oppa,” ucap Yoon Jin dan dengan sisa  tenaga yang ia punya ia berjalan menuju kamarnya, ia sempat goyah,
“Ahh sini, Oppa bantu saja kau keatas,” Ucap Taekwoon, saat Taekwoon mencoba membantu Yoonjin, ia merasa bahwa suhu badan Yoonjin rendah, badannya sangat dingin, ada apa dengan Yoonjin? Kemarin tubuhnya sangat panas sedangkan sekarang sangat dingin.

­~To be Continued~ Yoon Jin  kenapa ya? Tunggu part 5nya!! Bbyong~~

No comments:

Post a Comment