Title : Don’t be Afraid
Author : _K.LiKka_ (Nastiti Ayu S.)
Genre : Romance, Horror, Thriller est.
Long : Part
Cast :
- Jung Yoon Jin a.k.a Yoon Jin
- Lim Hyun Sik a.k.a Hyunsik (BTOB)
- Lee Min Hyuk a.k.a Minhyuk (BTOB)
- Cha Hak Yeon a.k.a N (VIXX)
- Yook Sung Jae a.k.a Sungjae (BTOB)
- Jung Taek Woon a.k.a Leo (VIXX)
- Jung Il Hoon a.k.a Ilhoon (BTOB)
- Lee Hong Bin a.k.a Hongbin (VIXX)
Author : _K.LiKka_ (Nastiti Ayu S.)
Genre : Romance, Horror, Thriller est.
Long : Part
Cast :
- Jung Yoon Jin a.k.a Yoon Jin
- Lim Hyun Sik a.k.a Hyunsik (BTOB)
- Lee Min Hyuk a.k.a Minhyuk (BTOB)
- Cha Hak Yeon a.k.a N (VIXX)
- Yook Sung Jae a.k.a Sungjae (BTOB)
- Jung Taek Woon a.k.a Leo (VIXX)
- Jung Il Hoon a.k.a Ilhoon (BTOB)
- Lee Hong Bin a.k.a Hongbin (VIXX)
Part 4 disini!~ xD Nyahhh udah 3
minggu nggak di post xD, kebanyakkan pr, biasa orang sibukk :33, sudahlah :3
langsung aja ya~ Bbyong~ WARNING! TYPO EVERYWHERE! \(‘O’)/
Part
4
~ Seoul
University, 28 December 2013, 08.32 KST~
~Author Pov.~
~Author Pov.~
Tepat kali ini
didepan Yoon Jin, pria itu melihatinya, Yoon Jin kali ini bisa melihatnya, ia
berhenti berjalan, Hyunsikpun merasa aneh dan ikut berhenti,
“Yoon Jin-ahh waeyo?”
Tanya Hyunsik, Yoon Jin teatap terdiam, ia memasang ekspresi takut, kaget dan
tidak pecaya secara bersamaan, Hyunsik pun ikut melihat kearah kemana Yoon Jin
melihat. Dan Hyunsik berkata,
“Hei! Apa yang kau
lihat? Heii~ Jung Yoon Jin~” sambil melambaikan tangannya didepan mata Yoon
Jin, ia tak melihat apapun, ia hanya melihat ada pohon didepan mereka, mereka
ingin berbelok saat itu,
“Ehh? Ani, eobseo
aku tak melihat apapun, ayo kita jalan :)” ucap Yoon Jin lalu lanjut berjalan
meninggalkan Hyunsik, sebenarnya pria itu masih berdiri didekat pohon, ia
tersenyum sambil terus melihati pergerakan Yoon Jin, tentu saja Yoon Jin merasa
tak nyaman ia terus melihat kebawah. Hyunsik ia hanya menatap Yoon Jin aneh dan
segera menyusulnya.
‘Bughh’ “Ahh
Jeseonghamnida,” ucap Yoon Jin, ia menabrak seseorang itu karna ia tak focus,
dan yang Yoon Jin tabrak adalah Cha Hak Yeon, Hakyeon ia sempat memandang aneh
Yoonjin, tapi akhirnya ia mengerti setelah ia melihat ada seorang ‘Lee Min Hyuk’
disitu sedang melihatinya, Hyunsikpun menyusul Yoonjin dan sempat memberikan
bow pada Hakyeon sebagai tanda hormat dari Hobae ke Sunbaenya. Dalam hati
Hakyeon berkata,
“Ya! Lee Min Hyuk! Untuk
apa kau disini? Hanya untuk menghantui Jung Yoon Jin? Hei pergilah! Kau
menggangguku juga disini!’
‘Seorang’ Lee Min
Hyuk yang merasa namanya dipanggil tentu saja menoleh, meskipun dipanggil di
dalam hati, tapi jelas ia bisa mendengarnya, Minhyuk melihati tajam seorang Cha
Hak Yeon, dan dalam hati ia berkata,
“Hah?! Itu urusanmu,
aku punya urusan sendiri disini, kalau kau tidak nyaman, pergi saja!”
Disini Hakyeon ia
tak memperdulikan perkataan Lee Min Hyuk, ia mendengarnya jelas, tapi dia malas
menanggapinya, ia hanya terus berjalan ,
‘Zess’ dengan
sekejap Minhyuk sudah berada didepan Hakyeon, ia menatap tajam Hakyeon, dan
Hakyeonpun hanya tersenyum sinis sambil terus berjalan ‘menembus’ tubuh
Minhyuk.
“Ya! Yoonjin-ah,
jakkaman, ada apa denganmu? Apa kau merasa sakit lagi?” Tanya Hyunsik pada
Yoonjin, Yoonjin pun berhenti tiba-tiba lagi,
“Hahhhhh…. Aku tak apa, aku baik-baik saja sungguh,” ucap
Yoonjin berbalik sambil tersenyum,
“Memang kau tadi
melihat apa?” Tanya Hyunsik sambil berjalan disamping Yoonjin
“Ahh ani, aku hanya
mengingat sesuatu dan itu tak penting lupakan saja,” ucap Yoonjin raut wajahnya
kali ini kembali tak nyaman,
“Ahh iya, tadi kau
bilang kau ingin menjemput adikmu ditaman kan?” Tanya Yoonjin yang dibalas
anggukan Hyunsik,
“Hmm memang kau
punya adik? Setauku kau tak punya adik,”
Tanya Yoonjin,
“Memang, dia itu
adik angkatku, namanya Yook Sung Jae, orang tuanya pergi entah kemana,orang
tuanya teman dekat orang tuaku, jadinya orang tuaku mengadopsinya, dia tetap
akan menggunakan marga ayahnya, meskipun sekarang ia bisa dibilang bagian dari
keluarga Lim, tapi ayahku bisa mengerti perasaan Sungjae jadinya dibiarkan
saja,” ucap Hyunsik,
“Ahhh, adik angkatmu
itu masih sekolah?” Tanya Yoonjin,
“Yup, kelas 3 SMA”
ucap Hyunsik, Yoonjin hanya mengangguk, dan mereka pun harus berpisah sekarang.
Ahh semoga mereka bisa cepat menjadi pasangan, karena kalau dilihat mereka bisa
melengkapi satu sama lain.
~Skip,
18.12 KST~
~Hongbin Pov.~
~Hongbin Pov.~
Ahhh, Sunbae mana
ya? Aihhh, sekarang aku sedang menunggu
sunbae keluar, aku terus saja melihat jam tanganku. Ahh itu dia!
“Sunbae!” teriakku
pada Yoonjin sunbaenim, sunbae pun menoleh dan tersenyum padaku, ah aku agak
rindu pada senyum itu, aku pun membalas senyuman sunbae,
“Hmmm kau sudah lama
menunggu?” tanyanya,
“Aniyeyo, baru
sekitar lima menit yang lalu, ayo sunbae kita berangkat sekarang,” ucapku tentu
dengan senyuman.
~ 10
minute later ~
Akhirnya kami sampai
didepan rumahku, ahh senangnya sunbae kerumahku, eh tapi benar kan orang tuaku
belum pulang? Kalau mereka sudah pulang matilah aku -_-
“Cahhh, kita sudah
sampai Sunbae,” ucapku yang dibalas anggukan oleh sunbae dan ia langsung turun
dari mobil,
“Wuahhh, rumahmu
besar juga ya,” ucap sunbae sambil melihat kearah rumah dan sekitarnya,
“Ahh tidak juga
sunbae, hehe” ucapku cengengesan, kali ini sunbae hanya tersenyum lagi. Lalu
aku mengajak sunbae masuk ke dalam rumah,
“Wahhh, ini keren
Hongbin-ssi” ucap Yoonjin sunbae setelah melihat keadaan rumahku, yahh seperti
inilah,
“Ahhh biasa saja
Sunbae, oh iya sunbae tunggu disini ne? aku ambilkan tugasmu dulu,” ucapku
lantas langsung lari kemar, aku terus mencari, ahh dimana ya? Dimana? Ohh itu
dia, aku menemukan tugas sunbae didalam laci mejaku, aku lantas beranjak turun,
aku lihat Yoonjin sunbaenim sedang melihat-lihat kumpulan foto keluarga yang
dipajang, ahh kenapa dia sangat cantik?
“Ehhhm Sunbae, ini
tugasmu,” ucapku sambil memberikan tugasnya,
“Ohh, gumawo, eh kau
lucu saat waktu kecil dulu, ahh aku gemas! >.<” ucap sunbae, ahh
benarkah? Aku rasa aku tak seimut itu dulu -_-
“Ahh tidak juga
sunbae hehehe >//< Oh iya sunbae ingin minum sesuatu? Biar aku buatkan,”
ucapku, entahlah aku rasa ada sesuatu yang sedang lomba lari didadaku ._.
“Ahhh gak usah, biar
aku langsung masak saja, aku sudah lapar hehe :D kau pasti juga sudah laparkan?”
Tanya sunbae, yahh sebenarnya perutku sudah mengkerut mulai dari tadi,
“Ohh hmm baiklah,
dapurnya disana ne? bahannya sudah lengkap didalam lemari pendingin, kalau
begitu aku ingin mandi dulu ne Sunbae?” ucapku berterus terang, yah aku perlu
mandi sekarang, dan Yoonjin sunbaenimpun hanya mengangguk dan berjalan kearah
dapur, oke saatnya mandi!~ ^^.
~7
minute later~
~Yoon Jin Pov.~
~Yoon Jin Pov.~
Huuaahhh, ini nampak
lezat! Yumm, yap aku sekarang sedang memasak spaghetti untuk Hongbin :3,
sekarang aku sedang memasak saus spaghettinya, eoh! Spaghettinya sudah matang,
aku lantas langsung meniriskan spaghettinya, dan kebetulan sausnya sudah
matang, sekalian aku masukan spaghettinya, aku aduk spaghetti bersama sausnya,
ku aduk terus sampai rata. Ahh! Ada yang aku lupakan! Keju! Mana keju? Lantas aku
mengambil keju yang ada di lemari pendingin Hongbin, sebelum memarut kejunya
aku harus cuci tangan dulu, tapi saat aku ingin memutar krannya, tii..tii..tibaaa-tiibaaa,
daraahhh,,,, darraahhh keluuarr dari arah saluran air, darah itu terus keluar
sampaii hamm..hammpirr tummpahh…
“Ahhhh!!!” teriakku
sambil menutup mata, aku takutt!! Aku berjalan mundur dan menabrak meja
dibelakang, lalu Hongbin datang,
“Eoh, sunbae? Kau tak
apa? Ada apa sunbae?” ucap Hongbin sambil memegang pergelangan tanganku,
berusaha supaya aku bisa membuka mataku, perlahan aku membuka mataku, tapi aku
masih takut, yang aku lihat sekarang wajah Hongbin tepat didepanku, heol! Aku..
aku… ada apa denganku?! Ya!! Jung Yoon Jin! Sadar bodoh!!
“Sunbae kau tak apa?”
Tanya Hongbin padaku sekali lagi, aku tersadar dan langsung melihat kearah
westafel tadi, kosong tak ada apapun, tak ada darah yang tumpah atau apapun,
bersih. Lantas tadi apa? Hongbin membantuku berdiri, ia sempat mengikuti arah
pengelihatanku tadi, lalu kembali menatapku bingung,
“Ahhh ani aku tak
apa sungguh, Ahh itu sausnya bisa gosong!” ucapku yang langsung berlari kearah
kompor dan mengecilkan apinya,
“Ahh, sunbae ada
yang bisaku bantu disini?” ucap Hongbin,
“Ahhh, eoh ada! Bisakah
kau parutkan keju itu?” tanyaku pada Hongbin,
“Hmmm baiklah” ucap
Hongbin sambil tersenyum menunjukkan lesung menggemaskannya itu, ahh karna dia
baru mandi, ia tampak lebih tampan, ini wajah natural seorang Lee Hong Bin? Ahhh
aku merasa aku meleleh… Ohh jangan lagi aku mohon!!! Kalii..kalii iiniii,,,,
addaa.. yang… mmee..meemelukku dariii
belakanggg,,, Ihhh,, akuu rasaa ini orang yang sama dengan kemarin, ahh bukan
orangg.. aku yakini ini bukan orangg..
“Sunbae, ini kejunya
sudah ku parut” ucap Hongbin, ahh kenapa tidak seperti kemarin? Harusnya
makhluk ini melepaskan pelukannya!
“Ahhh.. sii..nii
bee..rii..kaann.. paaa..daa..kuu..” ucapppku gelagapan, tanganku pun juga
gemetaran, rasanya seperti semua darahku dikendalikan sekarang, ahh siapapun
tolong akuu!!!,
“Sunbae! Kau benar-benar tidak apa-apa kan? Ada apa
denganmu sunbae?” Tanya Hongbin memegang pergelanganku lagi, Huhhhh bagus kali
ini pelukannya lepas, gumawo Hongbin-ahh~
“Hahhhh, ani…
sungguh aku tak apa, tunggulah dimeja, sebentar lagi spaghettinya matang”
ucapku yang tersenyum lalu menuangkan keju kedalam saus spaghetti tadi, Hongbin
masih melihatku aneh tapi ia lalu berjalan menuju meja makan. Ahhhh… kenapa
lagi?! Pria itu, pria yang membuat hidupku tak nyaman belakangan ini, ia berdri
tepat didepan lemari pendingin Hongbin sekarang, ahhh ini sangat menyebalkan,
aku berusaha untuk tidak memperdulikan namja itu, langsung ku percepat
gerakanku menuangkan spaghetti ke dalam piring. Aishh kenapa dia masih disitu? Langsung
saja aku bergegas pergi meninggalkan dapur dan mengantar spaghetti ke meja
makan, saat aku melewati lemari pending Hongbin, aku merasa pundakku sempat
dicengkram oleh namja itu, dengan keberanian yang aku miliki sekarang aku
berusaha melepas cengkraman namja itu, saat dia mulai melepas cengkraman
tangannya padaku, aku merasa bahuku seperti terbakar! panas!! Ahh!! Dengan
sekuat tenaga aku membawa spaghetti ini kemeja, tanganku dudah gemetaran aku
rasanya ingin menumpahkan saja spaghetti ini,
“Ehhh, sunbae,
kau tak apa?” ucap Hongbin yang langsung
mengambil kedua mangkuk spaghetti dari
tanganku, aku masih saja gemetaran, aku
masih merasa dia ada didekatku entahlah dimana tapi jelas dia mengamatiku,
Taekwoon Oppa… toloongg!!
“Sunbae.. duduklah
dulu biarku ambilkan air…” ucap Hongbin padaku dan membawaku duduk dimeja
makan, lalu ia meninggalkanku, aku takut!!! Ahhh Hongbin-ah cepatlah kembali!!
Selama menunggu Hongbin, tatapanku benar-benar kosong, badanku masih gemetaran,
keringat dingin keluar amat banyak, aku tak tau pikiranku jadi kosong. Tak ada
masalah ataupun benda apapun dipikiranku benar-benar kosong, lalu Hongbin
datang.
“Sunbae, ini
minumlah dulu…” ucapnya sambil duduk didepanku dan menyodorkan segelas air
putih padaku, iya melihatiku aneh, bagaimana tidak? Wajahku basah karna
keringat apa lagi rammbutku, hahh, langsung saja aku teguk habis semua air yang
ia berikan padaku,
“Hmmm, mianhae aku
merepotkanmu..” ucapku menunduk,
“Aniyeo sunbae, tapi
apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat, apa kau merasa sakit lagi?” Tanya
Hongbin padaku
“Hahhh, ani aku tak
apa, sudah ayo makan sebelum spaghetti ini dingin, aku dengan susah payah
membuatnya,” ucapku dengan memaksakan sebuah senyuman manis, sedangkan Hongbin,
dia tersenyum sangat manis, apa lagi dilengkapi dengan kedua lensungnya itu.
Hongbin iapun memasukkan sesuap spaghetti kemulutnya, ia mengunyahnya dengan
semangat (?) sekarang dia seperti anak
kecil yang kelaparan, dia manis…
“Huaa! Sunbae! Neomu
masitseoyo!(sangat enak), ini bahkan lebih enak dari pada yang sebelumnya, tapi
aku suka keduanya,” ucapnya padaku, ahh aku senang,
“Ahh, jinjja? Baguslah,
ya sudah lanjutkan makanmu, aku juga akan makan,” ucapku, ia hanya tersenyum
manis lagi sambil melanjutkan makannya yang seperti anak kecil kelaparan itu, saat
aku ingin memegang garpu, akuu melihaatt dibawaahh a..aa..addaaa taa..ngann
yang berusaha meraih kakiku,,,,, Ilhoon-ahhh…… tooloonngg akuuuu!!!!!
“Subae! Ayo makan!!”
ucap Hongbin yang membuatku mengarahkan pandangaku padanya, aku hanya
mengangguk dan memaksakan senyuman lagi, saat aku melihat kearah bawah, tangan
itu sudah tak ada, fiuhhh~ langsung saja aku memakan spaghetti yang ada
didepanku, jujur aku masih takut. Aishh!! Dia ada lagi!! Dia sekarang tepat
berdiri dibelakang Hongbin, dia tersenyum manis padaku, tapi aku tau ada maksud
lain dari senyuman itu, dia menyeramkan meskipun wajahnya tampan, kali ini aku
ingin menghindar darinya dengan berniat mengambil air di dapur, tapi sekali lagi kaki dan tanganku
gemetaran, pertama aku berdiri sambil membawa gelas, Hongbin menatapku,
entahlah apa yang membuatku seperti ini, aku sudah menahan rasa gemetaran
ditubuhku, tapi sekarang aku sudah menjatuhkan gelas yang tadi aku pegang,
“Ahhh… sunbae gwencanha?! Sunbaee!!!” Hongbin
menghampiriku, ia melihat keadaanku, pandangnku mulai kabur, aku jatuh kebwah,
telapak tanganku terkena pecahan gelas aku sempat melihat tanganku berdarah,
lalu aku samar mendengar suara Hongbin memanggilku, dan aku….
~Skip,
Front of Yoon Jin’s House~
~Author Pov.~
~Author Pov.~
Yoon Jin sekitar 25 menit yang lalu baru saja sadar dari
pingsannya yang ia sendiripun tak tau apa alasannya, sekarang Yoon Jin berada
didepan rumahnya bersama dengan Hongbin, wajah Yoon Jin masih terlihat pucat, ia
pun masih lemas,
“Sunbae kau masih
bisa masuk kedalam rumah kan?” Tanya Hongbin pada Yoon Jin, ia hanya mengangguk
lemas, dan berkata,
“Tenang saja, oh iya
terima kasih kau sudah mau menjaga tugasku, dan maaf aku merepotkanmu…” ia
berkata dengan nada yang cukup lemas,
“Ahhh Aniyeo sunbae,
ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, istirahatlah sunbae,” ucap Hongbin yang
sekali lagi dibalas anggukkan lemas Yoon Jin. Yoon Jin dengan langkah lemas
memasukki rumahnya,
“Aku pulang,” Ucap
Yoon Jin lemas,
“Hyung!!! Yoon Jin
noona playgirl!!!!” Teriak adik kesayangn Yoon Jin itu, Yoon Jin menatap
bingung adiknya itu,
“Ya! Apa maksudmu?”
tiba-tiba Jung Taek Woon datang,
“Tadi Yoon Jin noona
pulang dengan namja lain! Bukan bersama Hyung yang waktu itu!!” ucap Ilhoon,
Yoon Jin mengerti sekarang maksud ucapan adiknya itu, langsung saja Yoon Jin
menjitak keras kepala Ilhoon,
“Ya!! Noona! Kenapa kau
menjitakku?!!” teriak Ilhoon, Yoon Jin hanya menatap malas wajah Ilhoon saja,
“Haiisshh kau itu! Sudah
sana kembali kekamarmu!” ucap Taekwoon sambil mengelus kepala Ilhoon, di
lengkapi dengan poutnya Ilhoon berjalan malas kekamarnya,
“Hei kau tak apa? Kau
kelihatan pucat,” ucap Taekwoon menghampiri Yoon Jin,
“Aniyeo Oppa, nan
gwencanha..” ucap Yoon Jin,
“Eh? Ada apa dengan
tanganmu? Kau baru dari mana?” Tanya Taekwoon lagi, karna ia melihat tangan
Yoon Jin diperban,
“Ahhh mianhae Oppa,
aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, aku harus istirahat Oppa,” ucap Yoon
Jin dan dengan sisa tenaga yang ia punya
ia berjalan menuju kamarnya, ia sempat goyah,
“Ahh sini, Oppa
bantu saja kau keatas,” Ucap Taekwoon, saat Taekwoon mencoba membantu Yoonjin,
ia merasa bahwa suhu badan Yoonjin rendah, badannya sangat dingin, ada apa
dengan Yoonjin? Kemarin tubuhnya sangat panas sedangkan sekarang sangat dingin.
~To be
Continued~ Yoon Jin kenapa ya? Tunggu
part 5nya!! Bbyong~~

No comments:
Post a Comment