position- min-height

Sunday, 26 January 2014

-FF- Don't be Afraid Pt.4

Title : Don’t be Afraid
Author : _K.LiKka_ (Nastiti Ayu S.)
Genre : Romance, Horror, Thriller est.
Long : Part
Cast :
- Jung Yoon Jin a.k.a Yoon Jin
- Lim Hyun Sik a.k.a Hyunsik (BTOB)
- Lee Min Hyuk a.k.a Minhyuk (BTOB)
- Cha Hak Yeon a.k.a N (VIXX)
- Yook Sung Jae a.k.a Sungjae (BTOB)
- Jung Taek Woon a.k.a Leo (VIXX)
- Jung Il Hoon a.k.a Ilhoon (BTOB)
- Lee Hong Bin a.k.a Hongbin (VIXX) 

Part 4 disini!~ xD Nyahhh udah 3 minggu nggak di post xD, kebanyakkan pr, biasa orang sibukk :33, sudahlah :3 langsung aja ya~ Bbyong~ WARNING! TYPO EVERYWHERE! \(‘O’)/
Part 4

~ Seoul University, 28 December 2013, 08.32 KST~
~Author Pov.~
Tepat kali ini didepan Yoon Jin, pria itu melihatinya, Yoon Jin kali ini bisa melihatnya, ia berhenti berjalan, Hyunsikpun merasa aneh dan ikut berhenti,
“Yoon Jin-ahh waeyo?” Tanya Hyunsik, Yoon Jin teatap terdiam, ia memasang ekspresi takut, kaget dan tidak pecaya secara bersamaan, Hyunsik pun ikut melihat kearah kemana Yoon Jin melihat. Dan Hyunsik berkata,
“Hei! Apa yang kau lihat? Heii~ Jung Yoon Jin~” sambil melambaikan tangannya didepan mata Yoon Jin, ia tak melihat apapun, ia hanya melihat ada pohon didepan mereka, mereka ingin berbelok saat itu,
“Ehh? Ani, eobseo aku tak melihat apapun, ayo kita jalan :)” ucap Yoon Jin lalu lanjut berjalan meninggalkan Hyunsik, sebenarnya pria itu masih berdiri didekat pohon, ia tersenyum sambil terus melihati pergerakan Yoon Jin, tentu saja Yoon Jin merasa tak nyaman ia terus melihat kebawah. Hyunsik ia hanya menatap Yoon Jin aneh dan segera menyusulnya.
‘Bughh’ “Ahh Jeseonghamnida,” ucap Yoon Jin, ia menabrak seseorang itu karna ia tak focus, dan yang Yoon Jin tabrak adalah Cha Hak Yeon, Hakyeon ia sempat memandang aneh Yoonjin, tapi akhirnya ia mengerti setelah ia melihat ada seorang ‘Lee Min Hyuk’ disitu sedang melihatinya, Hyunsikpun menyusul Yoonjin dan sempat memberikan bow pada Hakyeon sebagai tanda hormat dari Hobae ke Sunbaenya. Dalam hati Hakyeon berkata,
“Ya! Lee Min Hyuk! Untuk apa kau disini? Hanya untuk menghantui Jung Yoon Jin? Hei pergilah! Kau menggangguku juga disini!’
‘Seorang’ Lee Min Hyuk yang merasa namanya dipanggil tentu saja menoleh, meskipun dipanggil di dalam hati, tapi jelas ia bisa mendengarnya, Minhyuk melihati tajam seorang Cha Hak Yeon, dan dalam hati ia berkata,
“Hah?! Itu urusanmu, aku punya urusan sendiri disini, kalau kau tidak nyaman, pergi saja!”
Disini Hakyeon ia tak memperdulikan perkataan Lee Min Hyuk, ia mendengarnya jelas, tapi dia malas menanggapinya, ia hanya terus berjalan ,
‘Zess’ dengan sekejap Minhyuk sudah berada didepan Hakyeon, ia menatap tajam Hakyeon, dan Hakyeonpun hanya tersenyum sinis sambil terus berjalan ‘menembus’ tubuh Minhyuk.
“Ya! Yoonjin-ah, jakkaman, ada apa denganmu? Apa kau merasa sakit lagi?” Tanya Hyunsik pada Yoonjin, Yoonjin pun berhenti tiba-tiba lagi,
“Hahhhhh…. Aku tak  apa, aku baik-baik saja sungguh,” ucap Yoonjin berbalik sambil tersenyum,
“Memang kau tadi melihat apa?” Tanya Hyunsik sambil berjalan disamping Yoonjin
“Ahh ani, aku hanya mengingat sesuatu dan itu tak penting lupakan saja,” ucap Yoonjin raut wajahnya kali ini kembali tak nyaman,
“Ahh iya, tadi kau bilang kau ingin menjemput adikmu ditaman kan?” Tanya Yoonjin yang dibalas anggukan Hyunsik,
“Hmm memang kau punya adik?  Setauku kau tak punya adik,” Tanya Yoonjin,
“Memang, dia itu adik angkatku, namanya Yook Sung Jae, orang tuanya pergi entah kemana,orang tuanya teman dekat orang tuaku, jadinya orang tuaku mengadopsinya, dia tetap akan menggunakan marga ayahnya, meskipun sekarang ia bisa dibilang bagian dari keluarga Lim, tapi ayahku bisa mengerti perasaan Sungjae jadinya dibiarkan saja,”  ucap Hyunsik,
“Ahhh, adik angkatmu itu masih sekolah?” Tanya Yoonjin,
“Yup, kelas 3 SMA” ucap Hyunsik, Yoonjin hanya mengangguk, dan mereka pun harus berpisah sekarang. Ahh semoga mereka bisa cepat menjadi pasangan, karena kalau dilihat mereka bisa melengkapi satu sama lain.

~Skip, 18.12 KST~
~Hongbin Pov.~
Ahhh, Sunbae mana ya? Aihhh, sekarang  aku sedang menunggu sunbae keluar, aku terus saja melihat jam tanganku. Ahh itu dia!
“Sunbae!” teriakku pada Yoonjin sunbaenim, sunbae pun menoleh dan tersenyum padaku, ah aku agak rindu pada senyum itu, aku pun membalas senyuman sunbae,
“Hmmm kau sudah lama menunggu?” tanyanya,
“Aniyeyo, baru sekitar lima menit yang lalu, ayo sunbae kita berangkat sekarang,” ucapku tentu dengan senyuman.

~ 10 minute later ~
Akhirnya kami sampai didepan rumahku, ahh senangnya sunbae kerumahku, eh tapi benar kan orang tuaku belum pulang? Kalau mereka sudah pulang matilah aku -_-
“Cahhh, kita sudah sampai Sunbae,” ucapku yang dibalas anggukan oleh sunbae dan ia langsung turun dari mobil,
“Wuahhh, rumahmu besar juga ya,” ucap sunbae sambil melihat kearah rumah dan sekitarnya,
“Ahh tidak juga sunbae, hehe” ucapku cengengesan, kali ini sunbae hanya tersenyum lagi. Lalu aku mengajak sunbae masuk ke dalam rumah,
“Wahhh, ini keren Hongbin-ssi” ucap Yoonjin sunbae setelah melihat keadaan rumahku, yahh seperti inilah,
“Ahhh biasa saja Sunbae, oh iya sunbae tunggu disini ne? aku ambilkan tugasmu dulu,” ucapku lantas langsung lari kemar, aku terus mencari, ahh dimana ya? Dimana? Ohh itu dia, aku menemukan tugas sunbae didalam laci mejaku, aku lantas beranjak turun, aku lihat Yoonjin sunbaenim sedang melihat-lihat kumpulan foto keluarga yang dipajang, ahh kenapa dia sangat cantik?
“Ehhhm Sunbae, ini tugasmu,” ucapku sambil memberikan tugasnya,
“Ohh, gumawo, eh kau lucu saat waktu kecil dulu, ahh aku gemas! >.<” ucap sunbae, ahh benarkah? Aku rasa aku tak seimut itu dulu -_-
“Ahh tidak juga sunbae hehehe >//< Oh iya sunbae ingin minum sesuatu? Biar aku buatkan,” ucapku, entahlah aku rasa ada sesuatu yang sedang lomba lari didadaku ._.
“Ahhh gak usah, biar aku langsung masak saja, aku sudah lapar hehe :D kau pasti juga sudah laparkan?” Tanya sunbae, yahh sebenarnya perutku sudah mengkerut mulai dari tadi,
“Ohh hmm baiklah, dapurnya disana ne? bahannya sudah lengkap didalam lemari pendingin, kalau begitu aku ingin mandi dulu ne Sunbae?” ucapku berterus terang, yah aku perlu mandi sekarang, dan Yoonjin sunbaenimpun hanya mengangguk dan berjalan kearah dapur, oke saatnya mandi!~ ^^.

~7 minute later~
~Yoon Jin Pov.~
Huuaahhh, ini nampak lezat! Yumm, yap aku sekarang sedang memasak spaghetti untuk Hongbin :3, sekarang aku sedang memasak saus spaghettinya, eoh! Spaghettinya sudah matang, aku lantas langsung meniriskan spaghettinya, dan kebetulan sausnya sudah matang, sekalian aku masukan spaghettinya, aku aduk spaghetti bersama sausnya, ku aduk terus sampai rata. Ahh! Ada yang aku lupakan! Keju! Mana keju? Lantas aku mengambil keju yang ada di lemari pendingin Hongbin, sebelum memarut kejunya aku harus cuci tangan dulu, tapi saat aku ingin memutar krannya, tii..tii..tibaaa-tiibaaa, daraahhh,,,, darraahhh keluuarr dari arah saluran air, darah itu terus keluar sampaii hamm..hammpirr tummpahh…
“Ahhhh!!!” teriakku sambil menutup mata, aku takutt!! Aku berjalan mundur dan menabrak meja dibelakang, lalu Hongbin datang,
“Eoh, sunbae? Kau tak apa? Ada apa sunbae?” ucap Hongbin sambil memegang pergelangan tanganku, berusaha supaya aku bisa membuka mataku, perlahan aku membuka mataku, tapi aku masih takut, yang aku lihat sekarang wajah Hongbin tepat didepanku, heol! Aku.. aku… ada apa denganku?! Ya!! Jung Yoon Jin! Sadar bodoh!!
“Sunbae kau tak apa?” Tanya Hongbin padaku sekali lagi, aku tersadar dan langsung melihat kearah westafel tadi, kosong tak ada apapun, tak ada darah yang tumpah atau apapun, bersih. Lantas tadi apa? Hongbin membantuku berdiri, ia sempat mengikuti arah pengelihatanku tadi, lalu kembali menatapku bingung,
“Ahhh ani aku tak apa sungguh, Ahh itu sausnya bisa gosong!” ucapku yang langsung berlari kearah kompor dan mengecilkan apinya,
“Ahh, sunbae ada yang bisaku bantu disini?” ucap Hongbin,
“Ahhh, eoh ada! Bisakah kau parutkan keju itu?” tanyaku pada Hongbin,
“Hmmm baiklah” ucap Hongbin sambil tersenyum menunjukkan lesung menggemaskannya itu, ahh karna dia baru mandi, ia tampak lebih tampan, ini wajah natural seorang Lee Hong Bin? Ahhh aku merasa aku meleleh… Ohh jangan lagi aku mohon!!! Kalii..kalii iiniii,,,, addaa.. yang…  mmee..meemelukku dariii belakanggg,,, Ihhh,, akuu rasaa ini orang yang sama dengan kemarin, ahh bukan orangg.. aku yakini ini bukan orangg..
“Sunbae, ini kejunya sudah ku parut” ucap Hongbin, ahh kenapa tidak seperti kemarin? Harusnya makhluk ini melepaskan pelukannya!
“Ahhh.. sii..nii bee..rii..kaann.. paaa..daa..kuu..” ucapppku gelagapan, tanganku pun juga gemetaran, rasanya seperti semua darahku dikendalikan sekarang, ahh siapapun tolong akuu!!!,
“Sunbae!  Kau benar-benar tidak apa-apa kan? Ada apa denganmu sunbae?” Tanya Hongbin memegang pergelanganku lagi, Huhhhh bagus kali ini pelukannya lepas, gumawo Hongbin-ahh~
“Hahhhh, ani… sungguh aku tak apa, tunggulah dimeja, sebentar lagi spaghettinya matang” ucapku yang tersenyum lalu menuangkan keju kedalam saus spaghetti tadi, Hongbin masih melihatku aneh tapi ia lalu berjalan menuju meja makan. Ahhhh… kenapa lagi?! Pria itu, pria yang membuat hidupku tak nyaman belakangan ini, ia berdri tepat didepan lemari pendingin Hongbin sekarang, ahhh ini sangat menyebalkan, aku berusaha untuk tidak memperdulikan namja itu, langsung ku percepat gerakanku menuangkan spaghetti ke dalam piring. Aishh kenapa dia masih disitu? Langsung saja aku bergegas pergi meninggalkan dapur dan mengantar spaghetti ke meja makan, saat aku melewati lemari pending Hongbin, aku merasa pundakku sempat dicengkram oleh namja itu, dengan keberanian yang aku miliki sekarang aku berusaha melepas cengkraman namja itu, saat dia mulai melepas cengkraman tangannya padaku, aku merasa bahuku seperti terbakar! panas!! Ahh!! Dengan sekuat tenaga aku membawa spaghetti ini kemeja, tanganku dudah gemetaran aku rasanya ingin menumpahkan saja spaghetti ini,
“Ehhh, sunbae, kau  tak apa?” ucap Hongbin yang langsung mengambil kedua  mangkuk spaghetti dari tanganku, aku masih saja  gemetaran, aku masih merasa dia ada didekatku entahlah dimana tapi jelas dia mengamatiku, Taekwoon Oppa… toloongg!!
“Sunbae.. duduklah dulu biarku ambilkan air…” ucap Hongbin padaku dan membawaku duduk dimeja makan, lalu ia meninggalkanku, aku takut!!! Ahhh Hongbin-ah cepatlah kembali!! Selama menunggu Hongbin, tatapanku benar-benar kosong, badanku masih gemetaran, keringat dingin keluar amat banyak, aku tak tau pikiranku jadi kosong. Tak ada masalah ataupun benda apapun dipikiranku benar-benar kosong, lalu Hongbin datang.
“Sunbae, ini minumlah dulu…” ucapnya sambil duduk didepanku dan menyodorkan segelas air putih padaku, iya melihatiku aneh, bagaimana tidak? Wajahku basah karna keringat apa lagi rammbutku, hahh, langsung saja aku teguk habis semua air yang ia berikan padaku,
“Hmmm, mianhae aku merepotkanmu..” ucapku menunduk,
“Aniyeo sunbae, tapi apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat, apa kau merasa sakit lagi?” Tanya Hongbin padaku
“Hahhh, ani aku tak apa, sudah ayo makan sebelum spaghetti ini dingin, aku dengan susah payah membuatnya,” ucapku dengan memaksakan sebuah senyuman manis, sedangkan Hongbin, dia tersenyum sangat manis, apa lagi dilengkapi dengan kedua lensungnya itu. Hongbin iapun memasukkan sesuap spaghetti kemulutnya, ia mengunyahnya dengan semangat (?) sekarang dia  seperti anak kecil yang kelaparan, dia manis…
“Huaa! Sunbae! Neomu masitseoyo!(sangat enak), ini bahkan lebih enak dari pada yang sebelumnya, tapi aku suka keduanya,” ucapnya padaku, ahh aku senang,
“Ahh, jinjja? Baguslah, ya sudah lanjutkan makanmu, aku juga akan makan,” ucapku, ia hanya tersenyum manis lagi sambil melanjutkan makannya yang seperti anak kecil kelaparan itu, saat aku ingin memegang garpu, akuu melihaatt dibawaahh a..aa..addaaa taa..ngann yang berusaha meraih kakiku,,,,, Ilhoon-ahhh…… tooloonngg akuuuu!!!!!
“Subae! Ayo makan!!” ucap Hongbin yang membuatku mengarahkan pandangaku padanya, aku hanya mengangguk dan memaksakan senyuman lagi, saat aku melihat kearah bawah, tangan itu sudah tak ada, fiuhhh~ langsung saja aku memakan spaghetti yang ada didepanku, jujur aku masih takut. Aishh!! Dia ada lagi!! Dia sekarang tepat berdiri dibelakang Hongbin, dia tersenyum manis padaku, tapi aku tau ada maksud lain dari senyuman itu, dia menyeramkan meskipun wajahnya tampan, kali ini aku ingin menghindar darinya dengan berniat mengambil air  di dapur, tapi sekali lagi kaki dan tanganku gemetaran, pertama aku berdiri sambil membawa gelas, Hongbin menatapku, entahlah apa yang membuatku seperti ini, aku sudah menahan rasa gemetaran ditubuhku, tapi sekarang aku sudah menjatuhkan gelas yang tadi aku pegang,
“Ahhh…  sunbae gwencanha?! Sunbaee!!!” Hongbin menghampiriku, ia melihat keadaanku, pandangnku mulai kabur, aku jatuh kebwah, telapak tanganku terkena pecahan gelas aku sempat melihat tanganku berdarah, lalu aku samar mendengar suara Hongbin memanggilku, dan aku….

~Skip, Front of Yoon Jin’s House~
~Author Pov.~
Yoon Jin sekitar  25 menit yang lalu baru saja sadar dari pingsannya yang ia sendiripun tak tau apa alasannya, sekarang Yoon Jin berada didepan rumahnya bersama dengan Hongbin, wajah Yoon Jin masih terlihat pucat, ia pun masih lemas,
“Sunbae kau masih bisa masuk kedalam rumah kan?” Tanya Hongbin pada Yoon Jin, ia hanya mengangguk lemas, dan berkata,
“Tenang saja, oh iya terima kasih kau sudah mau menjaga tugasku, dan maaf aku merepotkanmu…” ia berkata dengan nada yang cukup lemas,
“Ahhh Aniyeo sunbae, ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, istirahatlah sunbae,” ucap Hongbin yang sekali lagi dibalas anggukkan lemas Yoon Jin. Yoon Jin dengan langkah lemas memasukki rumahnya,
“Aku pulang,” Ucap Yoon Jin lemas,
“Hyung!!! Yoon Jin noona playgirl!!!!” Teriak adik kesayangn Yoon Jin itu, Yoon Jin menatap bingung adiknya itu,
“Ya! Apa maksudmu?” tiba-tiba Jung Taek Woon datang,
“Tadi Yoon Jin noona pulang dengan namja lain! Bukan bersama Hyung yang waktu itu!!” ucap Ilhoon, Yoon Jin mengerti sekarang maksud ucapan adiknya itu, langsung saja Yoon Jin menjitak keras kepala Ilhoon,
“Ya!! Noona! Kenapa kau menjitakku?!!” teriak Ilhoon, Yoon Jin hanya menatap malas wajah Ilhoon saja,
“Haiisshh kau itu! Sudah sana kembali kekamarmu!” ucap Taekwoon sambil mengelus kepala Ilhoon, di lengkapi dengan poutnya Ilhoon berjalan malas kekamarnya,
“Hei kau tak apa? Kau kelihatan pucat,” ucap Taekwoon menghampiri Yoon Jin,
“Aniyeo Oppa, nan gwencanha..” ucap Yoon Jin,
“Eh? Ada apa dengan tanganmu? Kau baru dari mana?” Tanya Taekwoon lagi, karna ia melihat tangan Yoon Jin diperban,
“Ahhh mianhae Oppa, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, aku harus istirahat Oppa,” ucap Yoon Jin dan dengan sisa  tenaga yang ia punya ia berjalan menuju kamarnya, ia sempat goyah,
“Ahh sini, Oppa bantu saja kau keatas,” Ucap Taekwoon, saat Taekwoon mencoba membantu Yoonjin, ia merasa bahwa suhu badan Yoonjin rendah, badannya sangat dingin, ada apa dengan Yoonjin? Kemarin tubuhnya sangat panas sedangkan sekarang sangat dingin.

­~To be Continued~ Yoon Jin  kenapa ya? Tunggu part 5nya!! Bbyong~~

Wednesday, 1 January 2014

-FF- Don't be Afraid Pt.3

Title : Don’t be Afraid
Author : _K.LiKka_ (Nastiti Ayu S.)
Genre : Romance, Horror, Thriller est.
Long : Part
Cast :
- Jung Yoon Jin a.k.a Yoon Jin
- Lim Hyun Sik a.k.a Hyunsik (BTOB)
- Lee Min Hyuk a.k.a Minhyuk (BTOB)
- Cha Hak Yeon a.k.a N (VIXX)
- Yook Sung Jae a.k.a Sungjae (BTOB)
- Jung Taek Woon a.k.a Leo (VIXX)
- Jung Il Hoon a.k.a Ilhoon (BTOB)
- Lee Hong Bin a.k.a Hongbin (VIXX)

Part 3 disini!! xD udah jangan lama-lama Happy Reading!! WARNING TYPO EVERYWHERE! \(‘O’)/

Part 3

~Author Pov.~
~In the Morning, 27 December 2013, 09.07 KST~

Pagi ini ada sedikit perbedaan pada gadis Korea bernama Jung Yoon Jin ini, ia nampak sangat pucat, tidak ada tenaga, tubuhnya seakan kehilangan seluruh tenaganya, ada apa sebenarnyan dengannya kenapa dia bisa seperti itu? Tiba-tiba Yoon Jin terbangun dari tidurnya, mungkin,
“Eoh? Noona sudah bangun?” ucap Jung Il Hoon, adik satu-satunya,
“Ehhh… Hoonie-yaa.. aku dimana?” Tanya Yoon Jin dengan suara serak tak bertenaga
“Kau ada di rumah noona, apa yang baru kau lakukan tadi malam? Kenapa kau bisa sepanas ini? Kau kehujanan ya? Suhu tubuhmu sangat tinggi 39 derajat” ucap Ilhoon, menjelaskan keadaan Noonanya ini,
“Hahh? Aku sakit? Akuu, akuu,,,” ucap Yoon Jin sambil mengingat kejadian apa yang ia alami sebelum pagi ini,
“Akkhhhh,” rintih Yoon Jin tiba-tiba, ia merasakan sakit di bagian kepalanya, ia seperti amnesia sesaat ia tidak bisa mengingat kejadian apapun, terutama kejadian tadi malam,
“Ahhh noona, gwenchana? Sudahlah istirahat dulu, biar kuambilkan obat ne?” ucap Ilhoon membantu noonanya ini berbaring dengan benar di ranjangnya,
“Ahh jakkaman Ilhoon-ah, apa yang terjadi padaku kemarin? Kenapa aku bisa sakit?” Tanya Yoon Jin sambil menahan tangan Ilhoon,
“Ehh? Itu kemarin aku dan Woonie hyung mendengar noona berteriak di ruang keluarga, lantas kami langsung menghampirimu, setelah kami lihat ternyata noona pinsan, lalu cepat-cepat Woonie hyung memeriksa noona, suhu badan noona tinggi sekali, dan nampaknya noona kehujanan, apakah kau benar-benar tak ingat noona?” jawab Ilhoon sambil bertanya lagi, kali ini Yoon Jin hanya menggangguk, dan akhirnya Ilhoon pergi untuk mengambil obat. Sekali lagi tanpa Yoon Jin sadari, pria yang selalu melihatinya sekarang ada disisinya, ia tersenyum bahagia (smirk) entahlah, sepertinya pria ini suka melihat keadaan Yoon Jin yang seperti ini, kehabisan tenaga dan tidak tau apa-apa.

~Other Side (Hyunsik)~
~ At Seoul University~

Sekarang seorang laki-laki bernama Lim Hyun Sik sedang memasang wajah tak senangnya, jika dilihat baik-baik ia seperti kehilangan sesuatu yang sangat penting entahlah apa itu,
“Haiisshhh! Kemana anak itu? Aku jadi takut, apa jangan-jangan dia sakit? Masuk rumah sakitkah? Ahhh mana aku tidak punya nomernya ahhhh, jinjja! -_-“ ucapnya, ia seperti kebingungan sendiri, kalau di tebak mungkin ia menghawatirkan Yoon Jin sekarang, Yoon Jin hari ini ia memang tak masuk, tentu saja karna sakit, tapi tak ada satupun yang tau,
“Ahhh lebih baik aku minta pada temannya, saja,” ucap Hyunsik, ia ingin meminta nomer telefon Yoon Jin, lantas ia langsung mencari teman Yoon Jin yang pernah ia lihat bersama Yoon Jin, dan ia pun menemukannya,
“Hmmm mianhaeyo,” ucap Hyunsik pada salah satu teman Yoon Jin,
“Ehh ne? ada apa?” jawab teman Yoon Jin,
“Apa kau teman Jung Yoon Jin dari vakultas Astronomy?” Tanya Hyunsik,
“Hmmm iya benar, ada apa yah?” Tanya teman Yoon Jin lagi,
“Hmmm bisakah aku minta nomer telfon Yoon Jin? Aku.. emm aku ada perlu dengannya,” ucap Hyunsik ‘berbohong’
“Ehh, kalau boleh namamu siapa?” Tanya temannya lagi, lagi -_- banyak Tanya lu -.-v
“Aku Lim Hyun Sik dari vakultas Fisika, aku menitipkan barang penting padanya dan sepertinya dia tak masuk hari ini, jadi aku takut saja” ucap Hyunsik ‘berbohong’ lagi,
“Ahhh baiklah, ini nomernya”, Ahhh lega bagi Hyunsik sudah memegang nomer telfon Yoon Jin, ia akan mengirim pesan nanti, sesudah mata kuliah selesai.

~Other Side (Hakyeon)~
~At Hakyeon’s house~
~Hakyeon pov.~

Ahhh, hari ini aku sedang tak ingin masuk kuliah, aku mulai merasa tak nyaman jika ada makhluk yang selalu mengikuti mahasiswi bernama Jung Yoon Jin itu, ah kira-kira apa yang makhluk itu inginkan? Tatapannya pada Jung Yoon Jin itu bisa dibilang membahayakan Jung Yoon Jin, ahh sudahlah! Untuk apa aku memikirkan nasib gadis bernama Jung Yoon Jin itu? Kenal saja nggak, ahh lebih baik aku tidur. Aisshhhh ada apa denganku?!! Aku selalu kepikiran makhluk itu! Apa yang sebenarnya ia inginkan?!! Berasal dari mana sebenarnya dia?!! Akkhhhhh aku lantas memutuskan untuk mencari tau semuanya, asal usul makhluk itu, namanya, urusannya dengan mahasiswi bernama Jung Yoon Jin itu apa, semuanya ingin ku ketahui! Toh itu sangat gampang, aku langsung duduk bersila, dan memejamkan mataku, membayangkan wajah makhluk itu, dalam kurung waktu 45 menit aku mendapatkan jawaban-jawaban yang kuinginkan tentang makhluk itu, tapi…
“Ahkkhhh! Hahhh, hahhh, diiaa,, diiaa, benar-benar makhluk yang berbahaya” ucapku kaget, memang makhluk yang selalu mengikuti Jung Yoon Jin itu sangat berbahaya, makhluk itu bersal dari dunia yang bernama “EXCELCYTOCYS” dunia ini cukup menyeramkan, semua penghuninya haus darah, setiap minggu kepala keluarga masing-masih penduduknya turun ke bumi untuk mengambil korban dan dibawa kembali ke dunianya tentu saja untuk diminum darahnya, korbannya bisa sampai puluhan karna itu dibutuhkan untuk satu minggu kedepan, cara mereka mengambil darah korbannya bukan dengan dihisap seperti vampire, tapi mereka menganiyaya korbannya sampai korbannya meninggal, kadang bekas aniyaya itu sangat mengerikan, ada beberapa korban penghuni dunia ini kehilangan wajahnya, organ-organ dalam tubuhnya bahkan bisa saja kalau para penghuni benar-benar haus tak akan ada yang tersisa dari badan korban, semuanya habis, tulangpun bisa saja merka makan, kalau tidak paling juga mereka pajang dirumah masing-masing ._. . 

Di dunia itu mereka hanya punya satu pemimpin, pemimpin mereka seorang ratu, biasanya para ratu disana tidak akan  memiliki keturunan, maka mereka mengambil generasi selanjutnya dari bumi, tentu saja orang yang diambil ini tidak sembarangan, orang ini memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin di dunia EXCELCYTOCYS, oh iya makhluk ini dia namja, namanya hmmmm, ahhh Lee Min Hyuk, ia kurang lebih seumuran denganku dia dulu pernah hidup dibumi lebih tepatnya menyamar, ia ditugaskan oleh ratunya untuk menjemput generasi pemimpin berikutnya, yah Jung Yoon Jin, dialah penerus selanjutnya, tapi aku tak tau kenapa ia menjadi seperti ini, maksudnya kenapa ia tak menyamar lagi? Dia datang dalam bentuk gaib sekarang, ahh aku bingung,
“Zessss” tiba-tiba ada suara angin, Ohhh Shut!! Dia ada disini sekarang ahh, sudah aku pura-pura tidur saja, kalau aku tidur bisa-bisa aku tak akan kembali ke badanku sendiri. -_-

~Skip, 19.17 KST~
~Yoon Jin Pov.~

“Hoooaammmm” hahhh aku baru bangun tidur, ahh badanku merasa lebih baik sekarang, aku rasa aku bisa masuk kuliah besok, ahh mana ponselku? Oh itu dia, aku lihat cukup banyak notification, hmmm ada pesan? Tumben lantas aku buka pesan itu, ahh pesan ini dari nomer yang tak dikenal, pesan itu berisi,

“Ya!! Jung Yoon Jin! Kemana saja kau? Kenapa kau tak masuk? Kau itu ada banyak tugas baru untukmu hari ini! Hei cepat balas arra?! *Hyunsik”

Ommo!!  Ini nomer Hyunsik? Dia dapat nomerku dari mana? Aigoo!! >.< Save! Cepat save nomer ini!! Ahhh senangnya, oh iya aku harus membalas pesannya,

_ To : Hyunsikie (19.18)
“Ahhh Hyunsik-ahh mianhae, aku sedang sakit jadi aku tak masuk tadi, ahhh jinjja? Banyak tugas baru? Aigooo mwoya ige? Ahh baiklah tak apa, tapi dari mana kau bisa mendapat nomerku?”
_ Message Delivered_


_From : Hyunsikie (19.19)
“Ahhh jinjjareo? Kau baikkan sekarang? Kapan kau akan masuk lagi? Hmmm gurae!! Tamatlah riwayatmu! Aku mendapatkannya dari temanmu, wae?”

_To : Hyunsikie (19.19)
“Hmmm panasku sudah agak turun, mungkin besok tapi lihat saja, J Aiisshhh mwoya! -_-. Eoh? Temanku? Temanku yang mana? Dari seluruh angkatan vakultasku hanya sedikit yang punya nomerku,”
_Message Delivered_


_From : Hyunsikie (19.20)
“Ahhh baguslah, hmmm baiklah, semoga kau bisa masuk besok, Kkkkk~ ituloh yang satu tim denganmu, kalau gak salah tim penelitian Jang Seongsangnim,”

_To : Hyunsikie (19.20)
“Amiienn,  ahhh dia kenapa dengan mudahnya dia member nomerku pada orang? Ahhh pabo! -_-“
_Message Delivered_


_From : Hyunsikie (19.21)
“Ahhhh biarkanlah, toh aku yang dia beri nomermu, :D ya sudah sana istirahatlah lagi, biar besok kau bisa masuk arra? Jalja…”

_To : Hyunsikie (19.22)
“Hissshh -_-, hmmm arra, neodo, J Jaljayo…”
_Messegae Delivered_

Ohhh,, Hyunsik, kau bisa perhatian juga ternyata.. :3 ahh aku jadi lebih sayang padamu, ahhh aku mau kemar mandi,, hiisshhhh, langsung saja aku beranjak ke kamar mandi, aku sempatkan untuk duduk di tepi kasur dulu supaya pusingku agak berkurang, seketiar 2 menit duduk akupun berdiri, saat aku ingin berjalan ada sesuatu yang menghambat kakiku, aku piker mungkin itu selimut yang jatuh, tapi saat aku melihat kebawah, see..se..sepertiii a..daaa taa…nggaann yaa..ngg mee…megganngg kkaaa..kkiiiikuuu!!! tangan itu berada tepat dibawah kasur, dan tangan it uterus menggenggam erat kakiku, semakin lama semakin kerass, aku merintis kesakitan, tangan itu nampak tua, pucat dan kukunya berwarna hitam, urat-uratnya pun terlihat sangat jelas, aku terduduk, aku menahan rasa sakit, rasanya tangan itu membakar pergelangan kakiku!!.
“Ahhkkkkhhh!! Sakiitt!! Lepaskan!!!!” teriakku, sambil mencoba melepaskan tangan itu dari kakiku, tiba-tiba Woonie Oppa masuk kekamarku, dan aku lihat tangan itu langsung menghilang, 

“Yoonjin-ahh, gwencanha? Kenapa kau duduk dibawah sini?” Tanya Woonie Oppa sambil membantuku berdiri, eh tapi apa Woonie oppa tidak mendengar teriakkanku?
“Ahhh aniyeo, gwencanha Oppa, ehh Oppa apa kau tadi mendengarku berteriak?” tanyaku
“Eh?? Berteriak? Ani, memang tadi kau berteriak?” jawab Woonie Oppa,
“Hmmm, aniyeo ya sudah aku ingin kekamar mandi, :D” ucapku , sungguh aku rasa aku berteriak keras tadi, kenapa Woonie Oppa tak mendengarnya?
“Ahhh, baiklah sudah sana pergi, kalau sudah turunlah kebawah makan, lalu minum obatmu arra?” ucap Woonie Oppa sambil tersenyum, aku hanya mengangguk dan tersenyum, lalu Woonie Oppa mengelus rambutku dan pergi, hahh kalau Woonie bukan Oppaku, pasti sudah kupacari dia, Kkkk~ xD. Ahh saat didalam kamar mandi, aku melihat ke arah pergelangan kakiku yang tadi sempat digenggam erat oleh sebuah tangan? Biru, pergelangan kakiku mempunyai bercak biru, yang benar saja! Akhirnya aku memutuskan untuk turun kebawah saat aku mau menuruni tangga, aku melihat seperti ada bayangan orang lain disebelahku, aku mulai merinding, aku sedikit mencoba melihat ke sekeliling dengan menggunakan ekor mataku, jujur aku tak berani untuk bergerak sekarang, dalam hati aku berkata,

“Ilhoon-ahh, Oppa,, tolong aku,, aku mohonn,”

Bagaimana tidak, sekarang aku merasa ada orang memelukku dari belakang, aku yakini ini bukan Ilhoonie maupun Woonie Oppa, tapi ini seperti namja,pelukannya dingin, bukan seperti pelukan orang, siapa dia?! Dia berbisik padaku kali ini,
“Ikutlah denganku, aku, akan membuatmu bahagia, ikutlah…”
Seperti itu ia mengucapkannya berulang-ulang kali, akkuu… akuuu.. aku takutt,,
“Noona!!! Apa yang kau lakukan?! Cepat turun, makananmu hampir dingin!” teriak Ilhoonie tiba-tiba, ia melihatku diam seperti patung disini, okee aku rasa namja itu melepaskan pelukkannya, tapi ia tidak pergi, ia tetap berdiri dibelakangku sambil tersenyum mungkin? Aku tak yakin, aku melihatnya menggunakan ekor mataku, aku langsung lari menuruni tangga, ini kesempatanku, kalau Ilhoonie pergi mungkin namja itu akan memelukku lagi.
“Noona! Kau kenapa tadi?” Tanya Ilhoon saat aku sudah berada dibawah,
“Ahhh aniya, aku..aku.. aku hanya mengingat-ngingat sesuatu saja makannya aku diam tadi, ehmm apa tadi kau melihat ada namja dibelakangku?” tanyaku sambil berjalan ke meja makan,
“Ohh, ani.. aku tak melihat siapapun, memang kenapa noona?” Ucap Ilhoon, kami sudah sampai dimeja makan,
“Ahh eobseo, duduklah,” ucapku sambil duduk dimeja makan, ahh ini aneh, tadi kakiku degenggam, dan baru saja aku dipeluk, ahhh,, kepalaku jadi sakit sekarang.

~Skip, Morning, 28 December 2013, 08.22 KST~
~Author Pov.~

Pagi ini, seorang Jung Yoon Jin,  sudah menginjakkan kakinya dihalaman kampusnya, ia tampak ‘cukup’ sehat, jika diperhatikan ada yang cukup berbeda dengan penampilannya kali ini, tidak seperti biasanya ia menggunakan sepatu panjang (?), ia memiliki alasan kenapa ia menggunakan sepatu jenis itu, yapp, untuk menyembunyikan bekas kebiruan yang ada pada pergelangan kakinya.
“Eoh!!! Yoon Jin sunbaenim!!’ teriak Hobae Jung Yoon Jin yang bernama Lee Hong Bin,
“Oh? Hong  Bin-ssi, ada apa?” Tanya Yoon Jin,
“Hmmm kemarin kau kemana sunbae? Banyak seongsangnim yang menitipkan tugas-tugasmu padaku, entahlah kenapa,” ucap Lee Hong Bin terang-terangan, sekarang author kasih tau kenapa para seongsangnim menitipkan tugas-tugas Jung Yoon Jin pada Hong Bin, karena para seongsangnim kemarin ingin menitipkan tugas Yoon Jin pada teman-temannya, tapi hamper semua teman-teman satu kelompok Yoon Jin menolaknya, maka dari itu salah satu teman Yoon Jin berkata pada salah satu Seongsangnim,
“Seongsangnim, kalau anda mau menitipkan tugas milik Yoon Jin jangan pada kami ne? soalnya kami benar-benar tak tau dimana Yoon Jin berada dimana sekarang, nah lebih baik berikan saja pada Hobae Yoon Jin yang bernama Lee Hong Bin, seongsangnim pasti tau kan? Nah kami dengar kalau Hongbin itu namjachingunya Yoon Jin, pasti dia tau dimana Yoon Jin berada,”
Itu yang mereka katakan, Lee Hong Bin, memang terkenal diantara para seongsangnim, dia sangat pintar dan rajin, dia tampan pula, bagaimana tidak terkenal? Dia pastinya juga terkenal  diantara para mahasiswi disini, untuk masalah ‘gosip’ bahwa kalau Hong Bin itu namjachingu Yoon Jin itu hanya dibuat-buat maksudnya teman Yoon Jin yang membuatnya, mereka pernah melihat Yoon Jin memberi bekal makan siang pada Hong Bin, dan menurut mereka itu manis, dan juga menurut mereka Hong Bin dan Yoon Jin memang cocok.
“Ahhhh aku kemarin sakit jadi tak masuk, ahh jinjjayo? Ahh mianhae aku merepotkanmu,” ucap Yoon Jin sambil, sedikit menundukkan kepalanya,
“Ahh kau sakit, tapi sunbae sekarang sudah merasa baikankan? Aniyo gwencanhayo,” Ucap Hongbin,
“Yahh aku sudah baikan sekarang, hmmm kalau begitu tugasku dimana sekarang?” Tanya Yoon Jin,
“Ahhh! Jeseonghapnida sunbae, tugasmu lupa ku bawa, hehe hmmm bagaimana nanti saat pulang sunbae kerumahku untuk mengambil tugasmu bagaimana? Nanti sunbae bisa pulang bersamaku” ucap Hong Bin,
“Ahhh, apa taka pa aku kerumahmu?” – Yoon Jin
“Hmmm tak apa, toh mungkin nanti orang tuaku akan pulang agak malam,” – Hongbin
“Ohhh baiklah, hmmm sebagai ucapan terimakasihku karna kau sudah menyimpan tugas-tugasku dengan baik, mau tidak sebelum kerumahmu ku traktir makan spaghetti bagaimana? Ucap Yoon Jin,
“Eh?? Hmmm bagaimana kalau sunbae memasak saja dirumahku? Lumayan bisa menghemat uangmu sunbae, :D” ucap Hong Bin sambil tersenyum, dan tentu saja lesung pipit indah Hong Bin itu muncul, ahh sungguh manis,
“Ahhhh? Hmmm baiklah kalau begitu,” ucap Yoon Jin nyengir, sepertinya Yoon Jin sedikit salah tingkah setelah melihat lesung pipit menawan milik Hong Bin itu,
“Ahh baguslah, hmm kalau begitu aku permisi sunbae, nanti  ku tunggu diparkiran jam 6 ne?” ucap Hong Bin yang hanya dibalas  dengan anggukan dan senyuman manis Yoon Jin, saat Hong Bin berbalik badan dan hendak pergi ia tersenyum malu, ia bahagia bisa melihat senyum manis milik Yoon Jin itu, sepanjang jalannya ia terus saja tersenyum dan menunjukkan dimple sempurnanya itu, sepanjang jalan para mahasiswa kegirangan karna bisa melihat dimple manis milik Hong Bin itu, hahhh.

“Jung Yoon Jin!!!” teriak seorang namja dari arah belakang Yoon Jin, Yoon Jin lantas langsung berbalik melihat siapa yang memanggilnya,
“Eoh! Hyunsik-ahh!!” yuup seorang Lim Hyun Sik baru saja memanggil Yoon Jin,
“Ahhh akhirnya aku melihatmu lagi, bagaimana kau sudah baikankan?” Tanya Hyunsik,
“Hehehehe aku juga :D, hmm sudah kok,” ucap Yoon Jin,
“Ayo kita jalan sebentar lagi bel berbunyi kelas kita satu arahkan?” Tanya Hyunsik, memang benar kelas mereka berdua satu arah, merekapun berjalan bersama,
“Hmm nanti kau mau menemaniku lagi tidak?” Tanya Hyunsik,
“Eh? Kemana?” jawab Yoon Jin,
“Ke taman, adikku minta di jemput, disana dan aku juga ingin membeli sesuatu didekat taman itu,” ucap Hyunsik, berterus terang,
“Ahhh mianhae Hyunsik-ah, aku tak bisa aku sudah punya janji,” ucap Yoon Jin,
“Eoh jinjja? Hmm baiklah kalau begitu tak apa,” ucap Hyunsik, tepat kali ini didepan Yoon Jin, pria itu melihatinya, Yoon Jin kali ini bisa melihatnya, ia berhenti berjalan, Hyunsikpun merasa aneh dan ikut berhenti,
“Yoon Jin-ahh waeyo?” Tanya Hyunsik, Yoon Jin teatap terdiam, ia memasang ekspresi takut, kaget dan tidak pecaya secara bersamaan, Hyunsik pun ikut melihat kearah kemana Yoon Jin melihat. Dan….

~To be Continued~

Kira-kira Hyunsik lihat juga? Tunggu part 4nya!! Bbyong~ ;) 

Happy New Year semua!! ^^ hahh gak kerasa udah tahun 2014 XD, oh iya mian kalau part 3nya lama Kkkk~ oke jangan lupa Coment! :D